Jenjang Menengah adalah fase transisi krusial dari pemahaman teoretis menuju aplikasi klinis. Peserta didik yang telah menuntaskan pintu awal akan dibimbing untuk mengonversi pengetahuan dasar mereka menjadi keterampilan terapeutik praktis. Fokus utama jenjang ini adalah pembangunan struktur berpikir klinis dan penguasaan teknik intervensi.
a. Attachment Psychotherapy Sebagai pendalaman dari Attachment Foundation, modul ini berfokus pada intervensi klinis terhadap luka pengasuhan. Kurikulum mencakup prinsip terapi keterikatan, penanganan trauma dan dilema, serta penerapan Attachment-Based Compassion Therapy. Melalui studi kasus intensif dan refleksi klinis, peserta akan dilatih untuk memiliki keterampilan terapeutik fundamental dalam memfasilitasi perbaikan pola relasi.
b. Bioenergetic Therapy Langkah lanjut dari Bioenergetic Wellness ini mentransformasi kesadaran tubuh menjadi metode penyembuhan. Peserta akan mempelajari analisis karakter tubuh (body reading), teknik pelepasan emosi somatik, dan komunikasi tubuh. Pelatihan ini menekankan pada praktik klinis untuk bekerja langsung dengan memori trauma yang tersimpan dalam struktur otot dan energi pasien.
c. Dreams Therapy Elevasi dari Interpretation of Dreams, modul ini menempatkan mimpi sebagai instrumen utama dalam ruang terapi. Materi meliputi strategi navigasi resistansi pasien, teknik terapeutik berbasis mimpi, hingga inkubasi mimpi (dream creation). Peserta disiapkan untuk menggunakan materi ketidaksadaran ini sebagai pintu masuk intervensi psikologis yang presisi.
d. Faith-Analysis Pengembangan dari Nusantara Dynamic Healing. Modul ini membedah struktur iman dan Murwakala (etiologi penderitaan) dalam kerangka psikoanalisis nusantara. Peserta akan mempelajari teknik terapi khas yang menyelaraskan dinamika batin dengan nilai-nilai transenden, mempersiapkan mereka untuk melakukan pendampingan berbasis spiritualitas yang berakar kuat pada kearifan lokal.